Terlahir dari rahim ibu pada hari Selasa, 24 Juni 1992, pukul 03.00 WIB di atas kasur rumah sakit dengan nama Ryan Rahmadriansyah. Kata ibu sih, arti nama “Ryan” adalah raja kecil (ternyata emang betul artinya itu,setelah aku liat di buku Kamus Pintar punya sodara), “Rahmad” adalah Rahmat dari Allah SWT untuk keluarga ku atas munculnya aku di bumi panggung sandiwara ini. “Dri” plesetan dari “tri” yang berarti Tiga,artinya anak ketiga dari tiga bersodara alias ragil alias bontot alias anak paling ganteng sendiri (semua sodara otomatis cewek) alias imam samudra alias osama bin ladden *lhoh. “Syah” yang berarti Pangeran. Impian bapak ibu yang menginginkan anaknya kelak menjadi seorang pemimpin/berguna bagi masyarakat. Kesimpulannya nama adalah sebuah do’a dari orang tua untuk anaknya. Aku termasuk orang yang sangat mencintai keluarga dan hewan peliharaan terutama kucing. Bapak, adalah sosok lelaki impian ku,yang penuh inspirasi. Kadang aku menyebutnya “Pak Boss”. dimata ibu, dia adalah seorang pemimpin yang bijak, dan gak pernah merasa punya beban jika ada masalah (easy going) dan mengalir seperti air serta seorang pekerja keras. Dia juga tegas dan sedikit keras saat mendidik anak-anaknya. Momen-momen yang aku favoritkan saat berkumpul dengan keluarga adalah ketika saat makan malam bersama-sama di meja makan dengan formasi keluarga yang lengkap dengan disuguhi nasihat2nya yang luar biasa. Ibu, adalah sosok wanita yang saya nomor satukan sebelum wanita2 yg lainnya. Aku suka sifat ibu yang penyabar dan tegas setelah sifat2 bapak (anggap saja asistennya bapak). Setiap ku rindu ibu pasti langsung ku hubungi dia langsung via sms atau telpon (kebanyakan sih sms,maklumlah). Lagu Melly Goeslow “Bunda” pun jadi saksi mata saat air mata ku menetes, setelah mendengarkan lagu itu *lebay dikit gak papa lah. Ibu sangat menyayangi anak2nya yg sudh merantau semua. setiap hari dia menanyakan kabar anak2nya lewat sms. Aku cuman bisa beri 4 kata buat ibu, “we love you,mom”. Mbak riri, sodara kandung perempuan pertama,baru aja lulus dan di wisuda dari salah satu PTN favorit,dan barusan juga tunangan. Mbak ku yang satu ini, orangnya ramah,kadang juga cuek, dan spertiny Dewi Fortuna selalu berpihak buat dia *salut (poko’e ceritane dowo). pengalaman wktu kecil,dia adalah korban langganan dari kebandelan ku masih TK dulu hehe . Mbak Icha, Sodara kandung peremuan kedua, dia masih kuliag di Bogor. aku akuin dia memang jawara kelas dari SD, SMP, SMA dan mungkin sampe’ kuliah sekarang alias pinternya hampir nyrempet pinternya dosen. mbak ku yg ini, orangnya sembodo, rajin di akdemik, dan optimistis. Dia adalah korban kedua kebandelanku jaman TK setelah mbak riri. Cherry, kucing jantan jagoanku. Menurutku, dia kucing rumahan beda dari kucing rumahn yg lainnya. Dia Kucing rumah setengah kucing musafir. Paginya, berangkat “kerja” (berburu sesuatuh di kebun orang), maghrib,pas dikumandangkannya Adzan dia baru pulang, dengan lari terbirit-birit masuk ke rumah. Tapi, setelah terbiasa ku biarkan dia pergi melaksanakan kegiatan “kerjanya”, selama hampir 2 minggu sampe’ 1 bulan gak pulang2 dia ngilang bagaikan ditelan bumi. menurut fillingku sih di ambil orang,tp setelah beberapa hari ilangnya dia,baru dapet kabar dari empunya kebun kalo ada bangkai kucing yang ciri2nya mirip cherry (bulu putih abu abu, gagah,ekor lurus panjang). Dan di situlah aku merasakan kehilangan sosok sepertinya. sedih sih, tp ya gmana lg,namanya juga takdir -,-. And, the last women is Ainunnisa El Fajrin. perhatian dan pengertian apa yg lg aku rasain, pinter masak dan pinter ngajarin aku juga. Dan hal yang palinga ku suka darinya, ketika aku lg emosi dia sanggup meredamkannya *alaahh hehe